Rabu, 29 Januari 2020

Ringkasan Sifat Shalat Nabi (08) : SUJUD


1. Lalu mengucapkan “Allahu Akbar” dan ini wajib.

2. Kadang-kadang sambil mengangkat kedua tangan.

Turun dengan Mendahulukan Kedua Tangan

3. Lalu turun untuk sujud dengan kedua tangan diletakkan terlebih dahulu sebelum kedua lutut, demikianlah yang diperintahkan oleh Nabi Shallallahu Alaihi wa Sallam serta tsabit dari perbuatan beliau Shallallahu Alaihi wa Sallam. Dan beliau Shallallahu Alaihi wa Sallam melarang untuk menyerupai cara berlututnya unta yang turun dengan kedua lututnya yang terdapat di kaki depan.

4. Apabila sujud -dan ini adalah rukun- bertumpu pada kedua telapak tangan serta melebarkannya.

5. Merapatkan jari jemari.

6. Lalu menghadapkan jari jemari ke kiblat.

7. Merapatkan kedua tangan sejajar dengan bahu.

8. Kadang-kadang meletakkan keduanya sejajar dengan telinga.

9. Mengangkat kedua lengan dari lantai dan tidak meletakkannya seperti cara anjing. Hukumnya adalah wajib.

10. Menempelkan hidung dan dahi ke lantai, ini termasuk rukun.

11. Juga menempelkan kedua lutut ke lantai.

12. Demikian pula ujung-ujung jari kaki.

13. Menegakkan kedua kaki, dan semua ini adalah wajib.

14. Menghadapkan ujung-ujung jari ke kiblat.

15. Meletakkan/merapatkan kedua mata kaki.

Seimbang ketika Sujud

16. Wajib berlaku tegak ketika sujud, yaitu tertumpu dengan seimbang pada semua anggota sujud yang terdiri dari: Dahi termasuk hidung, dua telapak tangan, dua lutut dan ujung-ujung jari kedua kaki.

17. Barangsiapa sujud seperti itu berarti telah thuma’ninah, sedangkan thuma’ninah ketika sujud termasuk rukun juga.

18. Mengucapkan ketika sujud:
“Subhaana rabbiyal 'alaa”
“Maha Suci Rabbku yang Maha Tinggi" diucapkan tiga kali atau lebih.

19. Disukai untuk memperbanyak do'a saat sujud, karena saat itu do‟a banyak dikabulkan.

20. Menjadikan sujud sama panjang dengan ruku' seperti diterangkan terdahulu.

21. Boleh sujud langsung di tanah, boleh pula dengan pengalas seperti kain, permadani, tikar dan sebagainya.

22. Tidak boleh membaca Al-Qur'an saat sujud.

Iftirasy dan Iq'a ketika Duduk di Antara Dua Sujud

23. Kemudian mengangkat kepala sambil takbir, dan hukumnya adalah wajib.

24. Kadang-kadang sambil mengangkat kedua tangan.

25. Lalu duduk dengan tenang sehingga semua tulang kembali ke tempatnya masing-masing, dan ini adalah rukun.

26. Melipat kaki kiri dan mendudukinya (iftirasy). Hukumnya wajib.

27. Menegakkan jari kaki kanan (sifat duduk seperti No. 111 dan 112 ini disebut Iftirasy).

28. Menghadapkan jari-jari kaki (kanan) ke kiblat.

29. Boleh iq’a sewaktu-waktu, yaitu duduk di atas kedua tumit.

30. Mengucapkan pada waktu duduk:

“Allahummagfirlii, warhamnii' wajburnii', warfa'nii', wahdinii wa'aafinii, warzuqnii".
“Ya Allah ampunilah aku, sayangilah aku, tutuplah kekuranganku, angkatlah derajatku, berilah aku petunjuk dan berilah aku afiat dan rezeki”.

31. Dapat pula mengucapkan.

“Rabbigfirlii, Rabbigfilii”. 
“Ya Allah ampunilah aku, ampunilah aku”.

32. Memperpanjang duduk sampai mendekati lama sujud.

Sujud Kedua

33. Kemudian takbir, dan hukumnya wajib.

34. Kadang-kadang mengangkat kedua tangannya dengan takbir ini.

35. Lalu sujud yang kedua, ini termasuk rukun juga.

36. Melakukan pada sujud ini apa-apa yang dilakukan pada sujud pertama.

Duduk Istirahat

37. Setelah mengangkat kepala dari sujud kedua, dan ingin bangkit ke rakaat yang kedua wajib takbir.

38. Kadang-kadang sambil mengangkat kedua tangannya.

39. Duduk sebentar di atas kaki kiri seperti duduk iftirasy sebelum bangkit berdiri, sekadar selurus tulang menempati tempatnya.

Rakaat Kedua

40. Kemudian bangkit raka'at kedua -ini termasuk rukun- sambil menekan ke lantai dengan kedua tangan yang terkepal seperti tukang tepung mengepal kedua tangannya.

41. Melakukan pada raka'at yang kedua seperti apa yang dilakukan pada rakaat pertama.

42. Akan tetapi tidak membaca pada raka'at yang kedua ini do'a iftitah.

43. Memendekkan raka'at kedua dari raka'at yang pertama.