Rabu, 29 Januari 2020

Ringkasan Sifat Shalat Nabi (09) : DUDUK TASYAHHUD

1. Setelah selesai dari raka‟at kedua duduk untuk tasyahud (awal), hukumnya wajib.

2. Duduk iftirasy seperti diterangkan pada duduk diantara dua sujud.

3. Tapi tidak boleh iq’a di tempat ini.

4. Meletakkan tangan kanan sampai siku di atas paha dan lutut kanan, tidak diletakkan jauh darinya.

5. Membentangkan telapak tangan kiri di atas paha dan lutut kiri.

6. Tidak boleh duduk sambil bertumpu pada tangan, khususnya tangan yang kiri.


Menggerak-gerakkan Telunjuk dan Memandangnya

7. Menggenggam jari-jari tangan kanan seluruhnya, dan sewaktu-waktu meletakkan ibu jari di atas jari tengah.

8. Kadang-kadang membuat lingkaran ibu jari dengan jari tengah.

9. Mengisyaratkan jari telunjuk ke qiblat.

10. Dan melihat pada telunjuk.

11. Menggerakkan telunjuk sambil berdo‟a dari awal tasyahhud sampai akhir.

12. Tidak boleh mengisyaratkan dengan jari tangan kiri.

13. Melakukan semua ini di semua tasyahud.


Ucapan Tasyahhud dan Doa Setelahnya

14. Tasyahud adalah wajib, jika lupa harus sujud sahwi.

15. Membaca tasyahud dengan sirr (tidak dikeraskan).

16. Dan lafadznya:

“At-tahiyyaatu lillah washalawaatu wat-thayyibat, assalamu 'alan nabiyyi warrahmatullahi wabarakaatuh, assalaamu 'alainaa wa'alaa 'ibaadil-llahis-shaalihiin, asyhadu alaa ilaaha illallah, asyhadu anna muhamaddan 'abduhu warasuuluh”.

“Segala penghormatan bagi Allah, shalawat dan kebaikan serta keselamatan atas Nabi 32) dan rahmat Allah serta berkat-Nya. Keselamatan atas kita dan hamba- hamba Allah yang shalih. Aku bersaksi bahwa tidak ada sembahan selain Allah dan aku bersaksi bahwa Muhammad hamba dan rasul-Nya”.

17. Sesudah itu bershalawat kepada Nabi Muhammad

Shallallahu Alaihi wa Sallam dengan mengucapkan:

“Allahumma shalli 'alaa muhammad, wa 'alaa ali muhammad, kamaa shallaita 'alaa ibrahiim wa 'alaa ali ibrahiim, innaka hamiidum majiid”. "Allahumma baarik 'alaa muhammad wa‟alaa ali muhammad kamaa baarikta 'alaa ibraahiim wa „alaa ali ibraahiim, innaka hamiidum majiid”.

“Ya Allah berilah shalawat atas Muhammad dan keluarga Muhammad, sebagaimana Engkau bershalawat kepada Ibrahim dan keluarga Ibrahim sesungguhnya Engkau Maha Terpuji dan Mulia.Ya Allah berkahilah Muhammad dan keluarga Muhammad sebagaimana Engkau memberkahi Ibrahim dan keluarga Ibrahim sesungguhnya Engkau Maha Terpuji dan Mulia”.

18. Jika ingin bacaan yang rinkas, bisa juga membaca:

“Allahumma shalli „alaa muhammad, wa „alaa ali muhammad, wabaarik „alaa muhammad wa‟alaa ali muhammad kamaa shallaita wabaarakta „alaa ibraahiim wa‟alaa ali ibraahiim, innaka hamiidum majiid”.

“Ya Allah bershalawatlah kepada Muhammad dan keluarga Muhammad sebagaimana engkau bershalawat dan memberkahi Ibrahim dan keluarga Ibrahim sesungguhnya Engkau Terpuji dan Mulia”.

Kemudian memilih salah satu do'a yang disebutkan dalam kitab dan sunnah yang paling disenangi lalu berdo‟a kepada Allah dengannya.

Catatan :
32). Ini adalah yang disyariatkan sesudah Nabi Shallallahu Alaihi wa Sallam wafat dan tsabit dalilnya diriwayatkan Ibnu Mas‟ud, Aisyah, Ibnu Zubair dan Ibnu Abas Radhiyallahu ‘anhum, barang siapa yang ingin penjelasan lebih lengkap lihat kitab Sifat Shalat.