Rabu, 29 Januari 2020

Ringkasan Sifat Shalat Nabi (11) : TASYAHHUD AKHIR & DUDUK TAWARRUK

1. Kemudian duduk untuk tasyahud akhir, keduanya adalah wajib.

2. Melakukan pada tasyahud akhir apa yang dilakukan pada tasyahud awal.

3. Hanya saja duduk dalam tasyahhud ini dengan cara tawarruk yaitu meletakkan pangkal paha kiri ke tanah dan mengeluarkan kedua kaki dari satu arah dan menjadikan kaki kiri ke bawah betis kanan.

4. Menegakkan kaki kanan.

5. Kadang-kadang boleh juga dijulurkan.

6. Menutup lutut kiri dengan tangan kiri yang bertumpu padanya.


Kewajiban Shalawat kepada Nabi Shallallahu Alaihi Wa Sallam dan Berlindung Dari Empat Perkara

7. Wajib pada tasyahud akhir bershalawat kepada Nabi Shallallahu Alaihi wa Sallam sebagaimana lafadz-lafadznya yang telah kami sebutkan pada tasyahud awal.

8. Kemudian berlindung kepada Allah dari empat perkara, dan mengucapkan:

“Allahumma inii a'uwdzubika min 'adzaabi jahannam, wa min 'adzaabil qabri wa min fitnatil mahyaa wal mamaati wa min syarri fitnatil masihid dajjal”.

“Ya Allah aku berlindung kepada-Mu dari siksa Jahannam dan dari siksa kubur, dan dari fitnah orang yang hidup dan orang yang mati serta dari keburukan fitnah masih ad-dajjal”. 33)

Catatan :
33). Fitnah orang hidup adalah segala yang menimpa manusia dalam hidupnya seperti fitnah dunia dan syahwat, fitnah orang yang mati adalah fitnah kubur dan pertanyaan dua malaikat, dan fitnah masih ad-dajjal apa yang nampak padanya dari kejadian-kejadian yang luar biasa yang banyak menyesatkan manusia dan menyebabkan mereka mengikuti da‟wahnya tentang ketuhanannya.


Berdo‟a Sebelum Salam

9. Kemudian berdo'a untuk dirinya dengan do'a yang nampak baginya dari do'a-do'a tsabit dalam kitab dan sunnah, dan do'a ini sangat banyak dan baik. Apabila dia tidak menghafal satu pun dari do'a-do'a tersebut maka diperbolehkan berdo'a dengan apa yang mudah baginya dan bermanfaat bagi agama dan dunianya.


Salam dan Macam-macamnya

10. Memberi salam ke arah kanan sampai terlihat putih pipinya yang kanan, hal ini adalah rukun.

11. Dan ke arah kiri sampai terlihat putih pipinya yang kiri meskipun pada shalat jenazah.

12. Imam mengeraskan suaranya ketika salam kecuali pada shalat jenazah.

13. Macam-macam cara salam:

Pertama:
“Assalamu 'alaikum warahmatullahi wabarakatuh” sambil menoleh ke arah kanan dan:

“Assalamu'alaikum warahmatullah” sambil menoleh ke arah kiri.

Kedua:
Lafazhnya sama, hanya saja tanpa tambahan َرَكاتُوُ.َوبَ 'wabarakatuh‟.

Ketiga:
“Assalamu'alaikum warahmatullah” ke arah kanan dan ال سَلُم َعلَْي ُك ْم

“Assalamu'alaikum” ke arah kiri.

Keempat:
Memberi salam dengan satu kali ke depan dengan sedikit miring/menoleh ke arah kanan.