Rabu, 29 Januari 2020

Ringkasan Sifat Shalat Nabi (10) : RAKA'AT KETIGA & KEEMPAT

1. Kemudian takbir, dan hukumnya wajib. Dan sunnah bertakbir dalam keadaan duduk.

2. Kadang-kadang mengangkat kedua tangan.

3. Kemudian bangkit ke raka'at ketiga, ini adalah rukun seperti sebelumnya.

4. Seperti itu pula yang dilakukan bila ingin bangkit ke raka'at yang ke empat.

5. Akan tetapi sebelum bangkit berdiri, duduk sebentar di atas kaki yang kiri (duduk iftirasy) sampai semua tulang menempati tempatnya.

6. Kemudian berdiri sambil bertumpu pada kedua tangan sebagaimana yang dilakukan ketika berdiri ke rakaat kedua.

7. Kemudian membaca pada raka'at ketiga dan keempat surat Al-Fatihah yang merupakan satu kewajiban.

8. Setelah membaca Al-Fatihah, boleh sewaktu-waktu membaca bacaan ayat atau lebih dari satu ayat.

Qunut Nazilah dan Tempatnya

9. Disunatkan untuk qunut dan berdo'a untuk kaum muslimin karena adanya satu musibah yang menimpa mereka.

10. Tempatnya adalah setelah mengucapkan: “Rabbana lakal hamdu”, yakni setelah ruku'.

11. Tidak ada do'a qunut yang ditetapkan, tetapi cukup berdo'a dengan do'a yang sesuai dengan musibah yang sedang terjadi.

12. Mengangkat kedua tangan ketika berdo'a.

13. Mengeraskan do'a tersebut apabila sebagai imam.

14. Dan orang yang dibelakangnya mengaminkannya.

15. Apabila telah selesai membaca do'a qunut lalu bertakbir untuk sujud.


Qunut Witir, Tempat dan Lafazhnya

16. Adapun qunut di shalat witir disyari'atkan untuk dilakukan sewaktu-waktu.

17. Tempatnya sebelum ruku', hal ini berbeda dengan qunut nazilah.

18. Mengucapkan do'a berikut:

“Allahummah dinii fiiman hadayit, wa 'aafiinii fiiman 'aafait, watawallanii fiiman tawallait, wa baariklii fiimaa a'thait, wa qinii syarra maaqadhait, fainnaka taqdhii walaa yuqdhaa „alaik, wainnahu laayadzillu maw waalayit, walaa ya'izzu man 'aadait, tabaarakta rabbanaa wata‟alait, laa manjaa minka illaa ilaika”.

“Ya Allah tunjukilah aku pada orang yang engkau tunjuki dan berilah aku afiat pada orang yang Engkau beri afiat. Serahkanlah aku pada orang yang berwali kepada-Mu, berilah aku berkah pada apa yang Engkau berikan kepadaku, lindungilah aku dari keburukan yang Engkau tetapkan, karena Engkau menetapkan, dan tidak ada yang menetapkan untukku. Dan sesungguhnya tidak akan hina orang yang berwali kepada-Mu, dan tidak akan mulia orang yang memusuhi-Mu, Engkau penuh berkah, Wahai Rabb kami dan kedudukan-Mu sangat tinggi, tidak ada tempat berlindung kecuali kepada-Mu”.

19. Do'a ini termasuk do'a yang diajarkan oleh Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam, diperbolehkan karena tsabit dari para shahabat radiyallahu anhum.

20. Kemudian ruku' dan bersujud dua kali seperti terdahulu.